Tabu Gak Tabu: First Step, Pilihan Fasilitas Kesehatan

Disclaimer: Gue menulis ini bukan untuk merepresentasikan semua perempuan yaa. Ini murni pengalaman gue ketika hamil dan melahirkan.

Sejak pertama hamil sudah mulai milih provider atau tempat melahirkan nanti yang sesuai. Sesuai buat gue artinya cocok di budget, nyaman di fasilitas, cocok dengan dokter kandungannya, dan lokasi yang nggak terlalu jauh. Tadinya pilihannya dua, di Grha Bunda dan di Harapan Bunda.

Pertama kali kontrol ke dr. Fridya di Grabun, Antapani. Sempet dua kali kontrol sampai akhirnya memutuskan coba di tempat lain. Sebetulnya dr. Fridya enak untuk komunikasi. Selain itu orangnya casual dan nilai plusnya adalah beliau kasih kontak WhatsAppnya supaya kita bisa nanya-nanya once ada kondisi urgent tanpa harus ke RS. Tapi ada beberapa hal yang bikin gue memutuskan untuk pindah:

  • Yang utama banget adalah antriannya. Lama banget! Bisa sampe 2 jam sendiri. Karena beliau juga jam prakteknya terbatas di Grabun ini. Pasiennya lumayan banyak.
  • This is actually a good thing but it simply didn’t click with me, yaitu beliau (sepertinya) relatif pro-normal. Sebenernya gak tau juga sih karena belum pernah ngobrol lanjut lagi, tapi gue yang sungkan untuk mendiskusikan rencana pilihan operasi caesar yang sudah lumayan matang saat itu. So it’s more on my side rather than her side. Untuk teman-teman di Bandung yang lagi cari obgyn, I highly recommend her though.
  • Biaya persalinan. Gue ini kan orangnya banyak mau, jadi pengen ambil kelas yang VIP. Bukan apa-apa sih, karena takut Covid ini kan… dan gue juga akan jauh lebih nyaman ketika satu kamar sendiri. Tapi, di Grabun sepertinya nggak masuk budget gue. Berkaca dari pengalaman kakak gue, gue harus menyiapkan dana ekstra in case bayinya (amit-amit) harus masuk NICU atau hal lainnya yang sifatnya darurat.

Dari tiga pertimbangan itulah akhirnya gue memutuskan untuk cari provider bersalin di tempat lain.

Akhirnya atas rekomendasi kakak sepupu, gue coba pindah ke RSIA Harapan Bunda dan kontrol ke dr. Arif. Sebenernya yang populer tuh dr. Mulya, tapi antrenya bikin nyerah. Kalau dr. Arif ini enak, dia jadwal prakteknya panjang jadi antrenya gak lama. Tadinya agak ragu untuk ke dokter kandungan laki-laki, tapi ternyata biasa aja ya, hahaha. Pas pertama cek langsung click karena saat itu memberanikan diri untuk konsul soal pilihan lahiran. Vibesnya juga chill, sabar menjelaskan, dan jelas kalau dikasih pertanyaan.

Anyway biaya di Harapan Bunda relatif lebih murah daripada di Grha Bunda, memang. Untuk satu kali kontrol dokter aja di Harapan Bunda berkisar di 175-200 ribu-an sementara di Grha Bunda sekitar 200 – 270 ribu-an kalau gak salah. All are based on my experience ya. Kalau mau lebih jelas, silakan tanya ke RSIA terkait.

Selanjutnya, gue akan share tentang dos and donts yang gue jalanin selama kehamilan. Tunggu di postingan selanjutnya ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: